Easy Travel Asia – Museum Kereta Api Ambarawa menawarkan perjalanan menelusuri sejarah perkeretaapian di wilayah Semarang Raya. Museum ini menempati bangunan Stasiun Willem I di Jalan Stasiun Nomor 1, Panjang Kidul, Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij atau NISM membangun stasiun tersebut dan meresmikannya pada 21 Mei 1873 bersamaan dengan pembukaan jalur Kedungjati-Ambarawa. Kini, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi perkeretaapian dari era Hindia Belanda hingga masa awal Republik Indonesia. Koleksinya mencakup sarana, prasarana, serta perlengkapan administrasi kereta api. Pengunjung juga dapat mencoba perjalanan kereta heritage dengan rute Ambarawa-Tuntang. Tiket museum mulai Rp20.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak. Museum buka setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Sementara itu, tiket kereta heritage reguler mulai Rp80.000 pada hari biasa dan Rp125.000 saat akhir pekan.
Kota Lama Semarang Punya Jejak Sejarah Panjang

Kota Lama Semarang menghadirkan suasana tempo dulu melalui deretan bangunan berarsitektur kolonial. Kawasan ini berada di Kecamatan Semarang Utara dan menjadi salah satu tujuan wisata sejarah yang populer. Sejarah kawasan tersebut berkaitan dengan kesepakatan antara Kerajaan Mataram Islam dan Belanda pada abad ke-17. Saat itu, Mataram menghadapi pemberontakan Trunojoyo dari Madura. VOC kemudian menawarkan bantuan kepada Mataram untuk menghadapi pemberontakan tersebut. Sebagai bagian dari kesepakatan, Mataram menyerahkan Semarang kepada VOC. Kini, wisatawan dapat menjelajahi kawasan Kota Lama tanpa membayar tiket masuk. Pengunjung juga bisa mengabadikan momen dengan latar bangunan bersejarah yang memiliki karakter arsitektur kolonial. Berbagai kafe di sekitar kawasan menyediakan pilihan makanan dan minuman untuk wisatawan. Aktivitas tersebut membuat kunjungan tidak hanya menghadirkan pengalaman mengenal sejarah, tetapi juga kesempatan menikmati suasana kota lama sambil berburu foto dan kuliner.
Lawang Sewu Simpan Sejarah Perkeretaapian Semarang Raya

Lawang Sewu berdiri di Jalan Pemuda Nomor 160, Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Nama Lawang Sewu berasal dari bahasa Jawa, yaitu lawang yang berarti pintu dan sewu yang berarti seribu. Pemerintah kolonial Belanda membangun kompleks tersebut secara bertahap sejak 27 Februari 1904 hingga 1 Juli 1907. Pada masa awal, perusahaan kereta api swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij atau NISM menggunakan Lawang Sewu sebagai kantor pusat. Kini, pengunjung dapat mengenal sejarah perkeretaapian sekaligus menikmati arsitektur kolonial melalui berbagai ruangan dan sudut bangunan. Deretan pintu serta detail bangunan menjadi salah satu daya tarik untuk kegiatan fotografi. Pengunjung juga dapat memasuki area immersive dengan tiket tambahan. Tiket reguler mulai Rp20.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak. Lawang Sewu buka setiap hari dengan jam operasional berbeda. Senin buka pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, sedangkan Selasa hingga Jumat buka sampai 20.00 WIB.
Benteng Fort Willem I Ambarawa Hadirkan Jejak Pertahanan Belanda
Benteng Fort Willem I Ambarawa menawarkan pengalaman menjelajahi peninggalan pertahanan kolonial di kawasan Ambarawa. Bangunan ini berada di Bugisari, Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Nama Fort Willem I merujuk pada Raja Belanda Willem Frederik Prins Vans Oranje-Nassau yang memerintah pada 1815 hingga 1840. Pembangunan benteng berlangsung sejak 1834 dan selesai pada 1845. Pada masa kolonial, Belanda memanfaatkan benteng tersebut untuk kepentingan militer, pertahanan, logistik, serta penghubung antarkawasan. Saat ini, wisatawan dapat menikmati dinding bata tua dan pintu melengkung sambil berburu foto. Kawasan tersebut juga menawarkan pertunjukan seni lokal dan area pasar kreatif UMKM. Pengunjung dapat mencoba berbagai aktivitas tambahan, seperti tur mobil antik, ATV, berkuda, menyewa kostum Belanda, mengunjungi Aviary Park, serta menaiki kereta sawah. Tiket reguler mulai Rp10.000 pada hari biasa dan Rp15.000 saat akhir pekan. Jam buka berlangsung hingga pukul 20.00 WIB.
Monumen Palagan Ambarawa Kenang Pertempuran 1945 di Semarang Raya
Monumen Palagan Ambarawa menyimpan sejarah perjuangan Indonesia melalui berbagai peninggalan Pertempuran Ambarawa. Bangunan monumen ini berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Panjang Lor, Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Kawasan tersebut mengenang keberhasilan pasukan Tentara Keamanan Rakyat atau TKR dalam menghadapi pasukan Sekutu pada Pertempuran Ambarawa. Kolonel Soedirman memimpin pasukan TKR dalam pertempuran yang berlangsung pada 12 hingga 15 Desember 1945. Wisatawan dapat melihat koleksi peninggalan pertempuran, diorama perang, serta berbagai bagian monumen yang menggambarkan perjalanan sejarah tersebut. Pengunjung juga dapat memanfaatkan area sekitar monumen untuk berfoto sambil mengenal kisah perjuangan para pejuang. Tiket masuk mulai Rp5.000 pada hari biasa dan Rp7.500 saat akhir pekan atau hari libur. Monumen Palagan Ambarawa membuka kawasan wisata setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Lokasinya juga berada di kawasan Ambarawa yang memiliki sejumlah destinasi sejarah lain dalam satu wilayah.
